Alasan saya menyukai banyak karya
Garin Nugroho (Opera Jawa, Under the
Tree, Aach...Aku Jatuh Cinta) adalah karena keahliannya mengambil satu
gagasan, lalu mengembangkannya menjadi cerita berskala luas tanpa harus
kehilangan fokus, dengan ragam simbolisme kecil tersebar guna memperkaya kisah
juga karakter. Demikian pula Kucumbu
Tubuh Indahku, sebuah perayaan akan “tubuh”—manusia dan alam—