Film jelek kadang bisa tampil
menyenangkan, entah sebagai guilty
pleasure atau tontonan so-bad-it’s-good.
Lain cerita dengan film membosankan, yang takkan menarik ditonton—untuk kemudian
dievaluasi—ulang. Tapi itu masih belum ada apa-apanya dibandingkan film jelek
sekaligus membosankan. Tujuh Bidadari
adalah salah satunya, dan membuat saya bertanya-tanya, “Ada apa dengan Muhammad
Yusuf?”.